Your Day
Pada biru langit pagi ini.
Pada pekatnya gelap langit malam ini.
Aku masih sibuk memainkan kedua ibu jariku di ambang pintu.
"GUGUP"
Sebelum September ini lari lunggang langgang, aku harus menangkapnya. menangkapnya dan mengikatnya dalam sesuatu yang abadi namun tidak abadi.
Seperti memenjarakannya dalam potert sejarah kehidupanku. dalam suatu peristiwa yang akan abadi ku kenang di dunia, walau tak abadi sampai ku tiada.
Gugupku masih mencengkram, membungkam, dan mengecam.
Kita lihat bagaimana langit hari esok berwarna?..
Masih kah kau di ujung sana. di ujung senja berlari-lari. atau di pelupuk mataku yang tak pernah bisa tersentuh.
Selamat hari lahirmu sayang.
Kau pasti bahagia.
Terimakasih telah turut membahagiakan dunia.
21-09-2018
Pada pekatnya gelap langit malam ini.
Aku masih sibuk memainkan kedua ibu jariku di ambang pintu.
"GUGUP"
Sebelum September ini lari lunggang langgang, aku harus menangkapnya. menangkapnya dan mengikatnya dalam sesuatu yang abadi namun tidak abadi.
Seperti memenjarakannya dalam potert sejarah kehidupanku. dalam suatu peristiwa yang akan abadi ku kenang di dunia, walau tak abadi sampai ku tiada.
Gugupku masih mencengkram, membungkam, dan mengecam.
Kita lihat bagaimana langit hari esok berwarna?..
Masih kah kau di ujung sana. di ujung senja berlari-lari. atau di pelupuk mataku yang tak pernah bisa tersentuh.
Selamat hari lahirmu sayang.
Kau pasti bahagia.
Terimakasih telah turut membahagiakan dunia.
21-09-2018

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan jejakmu disini.