Aroma Pekat Asam Pada Kopi dan Angin Malam
"bagai mana pendapatmu?."
"tentang?."
"tentang angin malam yang barusan lewat."
"ah.. tentang itu. ia cantik dan dingin, angkuh dan kesepian."
"kenapa?."
"ia sungguh menawan dengan hembusannya yang membekukan, ia sungguh angkuh dengan jubah malam gelapnya yang nampak dendu dengan kesendirian."
"ah, aku paham."
"lantas menurutmu?."
"ia misterius."
"misterius?."
"yah, misterius. berapa kalipun ku pandangi tak pernah kutemukan dimana ia menyimpan hati."
"aku tak paham?."
"tidak perlu paham. karena jika kau paham, maka hilang lah ke misteriusannya.
"tentang?."
"tentang angin malam yang barusan lewat."
"ah.. tentang itu. ia cantik dan dingin, angkuh dan kesepian."
"kenapa?."
"ia sungguh menawan dengan hembusannya yang membekukan, ia sungguh angkuh dengan jubah malam gelapnya yang nampak dendu dengan kesendirian."
"ah, aku paham."
![]() |
| "Kopi, Buku, Cinta"-Djeladjah |
"lantas menurutmu?."
"ia misterius."
"misterius?."
"yah, misterius. berapa kalipun ku pandangi tak pernah kutemukan dimana ia menyimpan hati."
"aku tak paham?."
"tidak perlu paham. karena jika kau paham, maka hilang lah ke misteriusannya.


Bolehkan aku membuat video musikalisasi dari puisi-puisi mu?
BalasHapus