Pasung Jiwa

Sakit. Tidak terluka, tidak pula berdarah-darah.
Sakit. Sakit yang menggerogoti pemikiran. Sakit yang kian menyesakan dan kian memilukan.
Kau bahkan tak mampu menyuarakan pemikiranmu sedikit pun.
Sakitmu semakin menjadi seiring kedewasaan.
Semakin banyak pertimbangan, semakin terkubur saja rasa sakitmu.
Takut, takut melukai orang lain, yang akhirnya kembali melukai diri sendiri seperti bumerang.

Kau tidak bisa mengatakan tidak, atau bahkan mengatakan maaf.
Yang keluar dari mulutmu yang beku dan kelu itu hanya “iyah, oke, baiklah, biar aku saja” dan lainnya.
Kadang kau lupa bagai mana cara bernafas dengan normal,
Tanpa harus menariknya dengan berat.

Hingga sungguh kau lupa
Apa yang hendak kau lakukan
Terlalu banyak melakukan permintaan.

Kau tak kuasa melukai orang lain,
Hingga tanpa kau sadari,
Kau telah mengiris pergelanganmu sendiri.
Hingga kau tampak menari dikubangan darahmu sendiri.
Tanpa kau sadari.



Tidak kah kau takut
Pada orang yang bisa tersenyum lebar padamu
Pasca menangis keras sebelumnya

Ataukah
Kau akan berterima kasih padanya,
Karena tak memberimu beban
Dengan menunjukan kerapuhannya melawan dunia padamu

Komentar

Postingan Populer