Masih dengan manusia yang dulu
lagi-lagi ketika ku tenggelam
dalam pesona satu manusia yang kian ku tampik pesonnya
lantas malah semakin tenggelam, semakin dalam.
dalam fase itu,
kala akan menyerah untuk terjatuh,
kala akan menyerah untuk terjerat
pada pusaran perasaan yang di ikat kuat pesonanya.
kala itu pula dia kembali datang dalam bayang,
dalam mimpi terlelapku.
dalam lamunan segarku.
ah...
ada seseorang yang tak pernah absen sebagai bingkaian bayang terindah yang akan dengan mudah menyelamatkanku dari ketenggeamanku di masa kini.
ah...
aku selalu kembali ke masa itu,
masa dimana aku selalu mengikutimu tanpa patahan kata,
dimana rasa suka yang membuncah adalah hal paling memalukan untuk di bagi dengan orang lain.
dimana rasa itu hanya miliku,
tak ada yang tahu
bahkan bayanganku sendiri ia membisu
aku rindu...
apakah masih sama,
aku ingin membuktikan debaran ini.
ingin memperjelas bayanganmu.
tahun lalu,
pertemuan pertama setelah bertahun-tahun
hanya kulalui dengan canggung persekian menit.
kala itu,
debarannya masih sama,
suaramu dalam ingatanku masih sesegar dulu.
Tuhan...
aku ingin bertemu,
padanya yang tak kau hapuskan perasaanku,
berganti-ganti manusia hilir mudik dalam hatiku,
mereka hilang seiring waktu,
namun yang ini.
mengapa masih kau hadirkan bayangan?
masih kau berikan debar sekencang ini?
siapakah dia bagiku?
dalam pesona satu manusia yang kian ku tampik pesonnya
lantas malah semakin tenggelam, semakin dalam.
dalam fase itu,
kala akan menyerah untuk terjatuh,
kala akan menyerah untuk terjerat
pada pusaran perasaan yang di ikat kuat pesonanya.
kala itu pula dia kembali datang dalam bayang,
dalam mimpi terlelapku.
dalam lamunan segarku.
ah...
ada seseorang yang tak pernah absen sebagai bingkaian bayang terindah yang akan dengan mudah menyelamatkanku dari ketenggeamanku di masa kini.
ah...
aku selalu kembali ke masa itu,
masa dimana aku selalu mengikutimu tanpa patahan kata,
dimana rasa suka yang membuncah adalah hal paling memalukan untuk di bagi dengan orang lain.
dimana rasa itu hanya miliku,
tak ada yang tahu
bahkan bayanganku sendiri ia membisu
aku rindu...
apakah masih sama,
aku ingin membuktikan debaran ini.
ingin memperjelas bayanganmu.
tahun lalu,
pertemuan pertama setelah bertahun-tahun
hanya kulalui dengan canggung persekian menit.
kala itu,
debarannya masih sama,
suaramu dalam ingatanku masih sesegar dulu.
Tuhan...
aku ingin bertemu,
padanya yang tak kau hapuskan perasaanku,
berganti-ganti manusia hilir mudik dalam hatiku,
mereka hilang seiring waktu,
namun yang ini.
mengapa masih kau hadirkan bayangan?
masih kau berikan debar sekencang ini?
siapakah dia bagiku?

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan jejakmu disini.