Aku hanya ingin dilihat sebagai aku.
terkadang aku berpikir.
aku ingin tinggal di pulau terpencil, yang hanya ada kau dan aku.
tanpa status sosial
tanpa sosial media
hanya ada kita, kemudian bisa ditambah putra putri kita.
tanpa status sosial
tanpa sosial media
hanya ada kita, kemudian bisa ditambah putra putri kita.
aku muak dengan cara kerja dunia.
aku muak dengan warna lipstik merah.
aku ingin menangis setiap kali melihat kuku yang di cat.
aku muak dengan warna lipstik merah.
aku ingin menangis setiap kali melihat kuku yang di cat.
aku akan tersakiti saat menjumpai tatapan seseorang yang memandang rendah yang lainnya.
oh sungguh sebenarnya tak ada hubungannya denganku.
tapi muak itu sungguh menyesakan.
sayang,
bisakah kau membawaku ketempat dimana orang-orang tidak saling mencibir,
ketempat dimana orang-orang bercengkrama secaranyata tanpa kemewahan telepon genggam,
bisakah kau membawaku ketempat dimana orang-orang tidak saling mencibir,
ketempat dimana orang-orang bercengkrama secaranyata tanpa kemewahan telepon genggam,
tempat dimana kita bisa saling berbagi sepotong senyuman dari jatuhnya gugus bintang.
dimana pipiku bisa merona tanpa pulasan blush on,
dimana orang bisa berbaur tanpa bertanya siapa orang tuamu.
aku hanya ingin dikenal sebagai aku.
aku hanya ingin dikenal sebagai aku.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan jejakmu disini.