Di Mataku



Aku bahkan tidak percaya pada mataku.
Setelah mengakui pada diri sendiri bahwa hatiku telah di curi.
Aku kini kian tidak percaya pada mataku.
kenapa? 
Yang semula membuatku merasa aneh, sekarang terasa sangat menawan.
bahkan cara dia mengayuh sepeda,
dan bahkan perut buctitnya bisa bisa membuatku tersenyum senang dan terasa menawan.

Aneh sekali.
Tuhan ini aneh sungguh.
Dan yang paling ku gilai adalah senyum dari gigi susunya.
Tuhan. am I crazy?.
yeah I guess I am.

Bisa kau kasih untuk ku saja ya Tuhan.
Satu ini aja. Tidak perlu banyak-banyak nanti aku pusing.
Kalau mau ngasih lebih dari satu.
Biar itu berubah jadi anak-anak kecilku.
Pasti manis-manis sekali.
Sebagian mirip denganku, dan sebagian terlihat seperti dia dalan versi kecil.

Oke fix kepalaku sudah tidak beres dan mulai pergi kemana-mana.

Saat ku lihat dia kesal pada dirinya sendiri,
rasanya aku ingin berubah menjadi orang yang tidak bisa apa-apa
agar dia lebih percaya diri
agar dia bisa jadi dirinya sendiri, dan bangga akan apa yang ia punya. 
Namun di saat yang sama, aku ingin selalu terlihat kuat dan keren.
Agar ia berpikir aku perempuan yang menawan dan idaman.
Tapi semakin ku berpikir seperti itu,
malah semakin banyaklah hal yang mengerikan dariku yang semakin banyak ku tunjukan padanya.
Malunya aku ya Tuhan.

Aku bahkan tidak tahu hal lebih spesipik apa yang membuatku jatuh hati padanya.
Satu satunya yang jelas adalah aku mulai cemburu akan banyak hal.
Ingin mendominasinya untuk diri sendiri.
Aku tak tahu hal lainnya selain itu.
Tahu-tahu semuanya terasa menawan. itu saja.

Dan hal yang paling benci ku akui adalah,
semakin suka maka semakin banyak hal yang membuatku marah. 

Semakin suka semakin membuatku seolah-olah jadi  anak ABG labil.
Semakin suka semakin terasa tersisihkan.
Semakin suka semakin terasa di jauhi.
Semakin suka semakin banyak takutku.
Takut hilang, takut jauh, takut pisah, takut di dekati orang,
dan pikiran-pikiran tidak jelas lainya.

Aku mulai memisahkan diri,
menjauhi orang-orang.
Tapi sama sekali tidak menikmati waktu sendiriku seperti sebelumnya.

Apakah jatuh hati memang seperti itu?.
Aku tidak mengerti.
Dihadapan cinta, semua orang memang pemula.

17 November 2019

Komentar

Postingan Populer