Kangkah Kaki Perempuan Itu.


Punggungku selalu terlihat rapuh dan kokoh secara bersamaan.
Ia terlihat sangat mudah diterbangkan angin dan roboh, namun dalam watku yang bersamaan ia terlihat kokoh tak tersentuh, mendingin, dan bisu.
Menandakan aku melawan dunia dengan diriku sendiri, menandakan kesepian yang mendalam adalah bayaran yang setimpal dan dampak yang ditimbulkan untuk menjadi kokoh dan berdiri sendiri.

Tapi, sungguh aku sendiri kian merasa kasihan pada punggung dingin dan kesepian itu.
Ia tampak menggigil dan menangis tanpa ada pelukan, tanpa ada perbincangan, tanpa ada tangan yang menghangatkan.
Tak ayal aku khawatir ia akan berubah berkarat dan tumbang dimakan sepi, dan dingin.
Tapi satu yang sangat aku yakini, dia akan terus maju. Kakinya akan terus menemukan kejutan-kejutan kecil lain dari Tuhannya.
Ia akan di sempurnakan Tuhan lewat waktu, pengalaman, pengetahuan. Diterpa siang malam, panas, dan dingin.
Ia akan menjadi manusia, yang sebenar-benarnya manusia yang berguna bagi sesamanya.

Komentar

Postingan Populer