Bulan yang salah


Ada pahit yang tak mampu ku tahan,
Ada kelu yang tak sanggup ku teguk lagi,
Ada air mata yang tak bisa ku bendung lagi,
Ada perasaan yang penuh yang tak lagi bisa tertutupi.
Ini tentang aku, perasaanku, dan kenyataan yang memalukan
Juga tentang kamu, seseorang yang dekat namun jauh.
Terlihat sangat dekat sedekat urat nadi,
Namun kala ku ulurkan tanganku
Ternyata kau sejauh matahari.
Pahit ini karena dengan penuh kesadaran,
Kelu ini sungguh dengan penuh pertimbangan,
Air mata ini mengalirkan segala bentuk keputus asaan,
Perasaan ini tumpah seakan mampu menenggelamkanku.
Aku merentangkan tanganku dan yang kudapat hanya ruang hampa,
Aku mendekap ruang kosong yang menganga,
Ku belai udara yang pelan-pelan ku sesap,
Ku pandangi dengan nanar.
Padamu yang menjelma ruang hampa,
Padamu yang mendadak tak bersua,
Padamu yang hanya nampak dekat,
Padamu yang nampak bagai patamorgana.
Lekas menghilanglah,
Bukan pada wujudmu,
Lekas menghilanglah pada perasaanku yang mulai di guyur hujan,
Sungguh gerimis ini turun pada bulan yang salah.

Komentar

Postingan Populer