Kopi Itu Pahit?


“Kopi itu Pahit.”

Siapa peduli,
Lantas bila kopi yang ku sesap kemarin sore berasa kecut
Lalu yang hari ini ku teguk berasa manis
Lantas apa itu bukan kopi?

“Kopi harus berfilosofi”
Lalu kenapa bila aku meminumnya tanpa tahu menahu
Lantas salahkah bila ku cicipi nikmatnya disesuaikan dengan lidahku?
Atau haruskah aku menjadi pencinta buku, hujan dan senja untuk menikmatinya?
Sepertimu?

Tidak bisakah aku hanya meminumnya?
Karena asal usul kopi yang kutahu hanya sebatas pohon di kebun belakang rumah
Yang bertangkai lemah berbunga putih dan beraroma harum
Yang akan didatangi serangga pengumpul madu pada masa-masa mekar
Yang menjadi satu-satunya sumber suara di kebun yang sunyi
Saling bersahutan dengan angin yang terkadang lewat dan menyapa.

Aku hanya tahu sebatas itu.
Jadi bolehkah aku meminumnya?
Menyesapnya sesuai seleraku, dari manapun itu
Diseduh dengan cara bagai manapun,
Dimanapun, kapanpun, kunikmati dengan siapapun.
Karena yang kutahu hanya sebatas itu.
Kopi di kebun belakang rumahku.

Latte Art by Classic Cafe

Kurasa kita boleh berbeda paham,
Kita boleh saling merartikan sesukanya
Yang tidak itu lantas saling menuduh dan kian bersengketa
Kopi yang kau sesap penuh filosofi
Dan kopi yang ku teguk dengan biasa saja
Sama sekali tidak ada masalah
Kopi yang sama-sama harta berharga yang ditanam di negeri kita

Wahai puan, kawan ku sayang
Kopi ini milik pemilik yang menikmatinya

Komentar

Postingan Populer