lagi-Lagi Aku Berbeda.
Sayang..
Aku
ingi bercerita sesuatu boleh?
Beberapa hari yang lalu aku mengikuti
beberapa perempuan yang mengajaku berkeliling. Mereka pergi kesana kemari tak
henti seharian. Dan ini adalah bentuk keluhan kakiku yang ceritaku padamu.
Sayang, ternyata aku bukan Perempuan
seperti itu. Maaf aku tidak bisa jadi perempuan yang akan menghabiskan uangmu
di mall. Kalau kau memintaku untuk menghabiskan uangmu, aku mungkin akan
menghabiskan uangmu dengan bersedih pada setiap pengemis di jalan yang teramat
sial nasibnya karena tertidur dengan alas trotoar yang beranggaran 1 milyar
lebih itu.
Karena jika kau tetap memaksa aku sungguh tidak bisa tahan berjam-jam menghabiskan hari dari satu mall ke mall lain. Aku lebih suka berjalan berburu senja, atau pergi mencari mata air jernih di kedalaman rimba, atau pun hanya menghabiskan waktu dengan kopi hangat, buku, dan kamu seharian. Aku juga tidak perlu berpikir salah kostum jika pergi kesana, tidak perlu berdandan juga. Hanya memakai apa yang ku suka, dan memang yang nyaman untuk dipakai.
Apakah aku terlalu kuno, pemalas,
atau sungguh tidak bisa ikut trendi kekinian?. Maaf, aku akan mengikutimu
kemanapun asal tidak ke mall setiap malam minggu. Aku akan pergi ke sana hanya
kalau memang perlu. Kalau kamu memang sangat butuh seorang yang harus
menghabiskan uangmu. Aku bersedia, namun bukan di sana. Bukan untuk kuberikan
pundi-pundi keringat kekasihku pada si kapitalis perenggut kesempatan warung
kecil milik tetangga kita.


Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan tinggalkan jejakmu disini.