Jika

Mari kita berbicara tentang sebuah perpisahan
Entah itu perpisahan sementara yang panjang
Atau perpisahan sebentar yang tak menemukan ujung

Jika suatu hari tak kau temui lagi senyumku dipenghujung hari
Apa yang akan kau lakukan?
Jika suatu hari kau temui aku dalam belutan gaun putih cantik dialtar
Apa yang akan kau lakukan?
Jika suatu hari senyumu tak lagi kubagi sepenuh hati untukmu
Apa yang akan kau lakukan?
Jika, jika saja aku memutuskan memilih tangan lain yang lebih berani terulur padaku
Apa yang akan kau lakukan?
Jika suatu hari tanganku taklagi ku gunakan untuk mengusap sayang rambutmu
Apa yang akan kau lakukan?

Apakah hari seperti itu akan datang?

Taukah kau aku ketakutan.

Aku takut sepasang mataku beralih sinar, bukan menyipit karena senyum padamu
Lengkungan bulan sabit di bibirku tak lagi kupersebahkan untukmu
Tangan ku yang tak lagi membelai helaian rambut halusmu dengan sayang
Dan, bila hatiku akhirnya memutuskan kelelahan dan bersandar ditempat lain untuk menetap.
Aku takut. Takut bukan pada bahumu mu.
Aku takut bukan pada sepasang tangan hangatmu
Aku takut bersandar pada dada yang tidak ada debar jantungmu
Aku takut bukan suara napasmu yang terdengar dari puncuk kepalaku

Dan semua yang ku lakukan padamu disetiap hari menjadi tak berharga lagi.
Puisi-puisiku untukmu hangus tak bertuan lagi.
Tak berjiwa lagi, tak berhati lagi.

Apa yang akan kau lakukan?
Aku sungguh penasaran.
Apakah jawabanmu bisa menenangkan gundahku?
Atau akan menyakinkanku akan sesuatu.


Bila memikirkan sebuah bahu ingatanku akan secara otomatis ingin bersandar. Namun sayang tidak ada tempat bersandar.

Komentar

Postingan Populer