Pare Jahat. #Cerita tentang Kampung Inggris
Setelah lama di Pare dan akhirnya pulang, kalian akan bertemu pase sangat kesepian.
Akan bertemu rasa sendiri, kemana-mana sendiri, apa-apa sendiri, bahkan rasanya tertawa pun sendiri dan kesepian.
Meski memang pada jam-jam tertentu kalian bersama banyak orang dan lupa sesaat.
Namun saat kembali datang waktu untuk beristirahat, kalian akan termenung di Kamar sendiri dan sepi.
Wajar saja, karena di sini dua puluh empat jam kalian bersama teman, dari mulai membuka mata hingga menutupnya kembali. Makan, belajar, ke atm, nongkrong, tidur siang, bolos bareng, ngobrol ngaler ngidul dengan berbagai macam bahasa yang coba di persatukan dengan satu bahasa Inggris.
Bahkan saat di kamar mandi, masih ada yang berisik ngantri nunggu
di depan wc. Sabar dan nikmati transisi kesepian itu. Percayalah bahwa yang meninggalkan, tidak sesepi yang di tinggalkan.
Walau pun setelah kamu akan datang lagi yang baru dan selalu begitu.
Namun luka kehilangan, tidak pernah berubah manis, ia tetap sakit. Perpisahan ke berapa kali pun, luka akan
tetap terasa sama.
Tidak menangis bukan berarti tidak sakit, tidak sedih.
Hanya mungkin kita sudah belajar bagai mana cara mengolah dan menunda air mata. Waktu mendewasakan setiap manusia yang mau menjadi dewasa.
~Nav


Uwu
BalasHapusKerennnñ
BalasHapus