Khawatir adalah nama tengah dari Perjalanan



lagi-lagi aku khawatir.
melakukan perjalanan sendiri memang selalu membuat cemas berapa kalipun aku berjalan seorang diri.
jantungku selalu kian berdebar cepat.
"khawatir" bisik bibirku.
"aku khawatir" terus ku ulang-ulang bagai mantra.
semakin khawatir semakin tanganku berkeringat dingin.
harus ku taklukan satu ketakutan yang lain lagi.

seandainya ada seseorang yang menemani, menautkan jari-jemari lantas mengusap pucuk kepalaku dan berbisik "jangan khawatir, semua akan baik-baik saja".
setidaknya kekhawatiranku mungkin akan berkurang.
Lantas bisa kusandarkan kepala kecilku yang terlalu banyak ~atau lebih tepatnya tiada henti~ berpikir tentang banyak kemungkinan, untuk istirahat di bahumu, atau di antara tangan kanan dan kiri yang terentang. Sambil menghirup udara yang berada diantaranya bercampur aroma asli manusia.
Kamu mungkin tidak sadar, setiap orang mempunyai aroma sendiri-sendiri. Begitu juga dengan mu.

aku masih terus berdoa.

Komentar

Postingan Populer